Memukul anak sebagai hukuman dapat berdampak buruk bagi perkembangannya meskipun sering dianggap sebagai solusi paling mudah untuk mendisiplinkan anak agar anak menjadi patuh dan tidak mengulangi kesalahannya lagi. Sayangnya, cara didik seperti ini kurang baik bagi perkembangan anak.
Bahaya karena sering memukul anak hanya menciptakan kepatuhan tidak jangka panjang karena sama sekali tidak membuat anak jera melainkan bisa merubah prilaku dan keadaan psikologis anak.
Sementara sering memukul anak, Anak akan terbiasa dengan kekerasan karena anak merasa apa yang menimpanya menjadi lumrah yang bisa dilakukan kepada siapa saja termaksud dirinya menciptakan sifat agresif dan mengulangi ketika dewasa.
Keadaan seperti itu dapat membuat Hubungan orang tua dan anak semakin tidak harmonis karena anak merasa tidak mendapatkan kasih sayang dan akan selalu menuntutnya tiap saat dengan melakukan kesalahan yang sama. Yang mengkhawatirkan kalau sampai anak berpikir bahwa keadaan seperti itu lambang rasa sayang yang akan ia terapkan kembali pada anaknya kelak.
Dan yang paling menyedihkan ketika keadaan itu terus berlanjut Menyebabkan anak merasa depresi dan lebih disayangkan lagi, anak tidak punya kemampuan untuk mengungkapkannya dengan kata-kata atau sebaris kalimat sederhana yang kadang tidak di serapi maknanya oleh orang tua. Contoh : " mama tidak sayang adik ?" Dan yang semisalnya.
Bukan hanya itu tapi Gangguan emosional anak juga terganggu karena ia tumbuh menjadi anak yang rendah diri, gaya pikirnya terganggu karena kerusakan otak yang sering dimarahi, lebih menjadi anak yang kurang peka membuat keterampilan dan hubungannya dengan teman kurang baik.
Sebab itulah Memukul anak sama sekali tidak membuatnya lebih baik. Sama sekali tidak merubah apapun, sama sekali tidak menjadikan ia patuh karena anak tetaplah seorang anak, fitrahnya adalah bermain, di lindungi, disayang dan di jaga dengan baik.
Komentar
Posting Komentar